Jawaban Atasa Tantangan Pertanyaan wahabi Tentang Tahlil

Diliput dari https://baldatuna.com/jawaban-ini-menepis-keraguan-atas-pertanyaan-wahabi-siapa-yang-menahlili-rasulullah/.
Menjawab tantangan wahabi berupa pertanyaan yang mereka pikir akan mematahkan kebiasaan Nahdliyin untuk menahlili orang yang sudah meninggal,

1. siapakah yang memimpin tahlilan pada saat RASULULLAHU SAW wafat ?
2. siapakah yang memimpin tahlilan pada saat imam syafi’i wafat ?

nb : Demi Allahu , kalau ada yang bisa jawab pertanyaan saya maka saya akan belajar ISLAM kepada yang bisa menjawabnya.

Baiklah saya Jefri Nofendi akan menjawabnya dan sesuai kesepakatan dalam catatan kecil (nb) maka bila pertanyaan itu mampu dijawab maka seluruh kaum salafiwahabi bersedia belajar ISLAM dengan saya , 🙂 ,
Jawaban soal 1 : tidak ada yang memimpin tahlilan saat NABI MUHAMMAD SAW wafat, alasannya karena NABI MUHAMMAD SAW adalah maksum dan beliau sudah dijamin dengan rahmat ALLAHU SWT masuk surga, 🙂 , kalau saat RASULLLAH SAW wafat diadakan tahlilan itu artinya menganggap dan menuduh NABI tidak maksum, 🙂 , tahlilan hanya berlaku bagi mereka yang tidak maksum dan tidak mendapat jaminan rahmat masuk SURGA, 🙂 , karena RASULULLAH SAW adalah maksum maka tidak ada tahlilan untuk beliau karena tidak ada tahlilan maka tidak ada seorangpun yang memimpin tahlilan.
2. yang memimpin tahlilan ketika imam syafi’i wafat adalah seorang wali (penguasa) yang bernama
Muhammad bin as-Suri bin al-Hakam , muhammad bin as-suri bin al-hakam adalah seseorang yang diwasiatkan oleh imam syafi’i, apabila beliau wafat agar dimandikan dan diurus oleh muhammad bin as-suri bin al hakam , dari memandikan, memimpin sholat jenazah, menguburkan, mendo’akan serta tahlilan bersama jama’ah yang lain yang hadir saat imam syafi’i wafat, … kisah detik detik wafatnya imam syafi’i dan wasiatnya tertulis dalam tarikh sejarah, dan bahkan wikipedia juga ada kok menuliskan ini berikut cuplikan kisah wafatnya imam syafi’i :
——————————————————-
Pada suatu hari, Imam Syafi’i terkena wasir, dan tetap begitu hingga terkadang jika ia naik kendaraan darahnya mengalir mengenai celananya bahkan mengenai pelana dan kaus kakinya. Wasir ini benar-benar menyiksanya selama hampir empat tahun, ia menanggung sakit demi ijtihadnya yang baru di Mesir, menghasilkan empat ribu lembar. Selain itu ia terus mengajar, meneliti dialog serta mengkaji baik siang maupun malam.
Pada suatu hari muridnya Al-Muzani masuk menghadap dan berkata, “Bagamana kondisi Anda wahai guru?” Imam Syafi’i menjawab, “Aku telah siap meninggalkan dunia, meninggalkan para saudara dan teman, mulai meneguk minuman kematian, kepada Allah dzikir terus terucap. Sungguh, Demi Allah, aku tak tahu apakah jiwaku akan berjalan menuju surga sehingga perlu aku ucapkan selamat, atau sedang menuju neraka sehingga aku harus berkabung?”.
Setelah itu, dia melihat di sekelilingnya seraya berkata kepada mereka, “Jika aku meninggal, pergilah kalian kepada wali (penguasa), dan mintalah kepadanya agar mau memandikanku,” lalu sepupunya berkata, “Kami akan turun sebentar untuk salat.” Imam menjawab, “Pergilah dan setelah itu duduklah disini menunggu keluarnya ruhku.” Setelah sepupu dan murid-muridnya salat, sang Imam bertanya, “Apakah engkau sudah salat?” lalu mereka menjawab, “Sudah”, lalu ia minta segelas air, pada saat itu sedang musim dingin, mereka berkata, “Biar kami campur dengan air hangat,” ia berkata, “Jangan, sebaiknya dengan air safarjal”. Setelah itu ia wafat. Imam Syafi’i wafat pada malam Jum’at menjelang subuh pada hari terakhir bulan Rajab tahun 204 Hijriyyah atau tahun 809 Miladiyyah pada usia 52 tahun.
Tidak lama setelah kabar kematiannya tersebar di Mesir hingga kesedihan dan duka melanda seluruh warga, mereka semua keluar dari rumah ingin membawa jenazah di atas pundak, karena dahsyatnya kesedihan yang menempa mereka.
Tidak ada perkataan yang terucap saat itu selain permohonan rahmat dan ridha untuk yang telah pergi.
Sejumlah ulama pergi menemui wali Mesir yaitu Muhammad bin as-Suri bin al-Hakam, memintanya datang ke rumah duka untuk memandikan Imam sesuai dengan wasiatnya. Ia berkata kepada mereka, “Apakah Imam meninggalkan hutang?”, “Benar!” jawab mereka serempak. Lalu wali Mesir memerintahkan untuk melunasi hutang-hutang Imam seluruhnya. Setelah itu wali Mesir memandikan jasad sang Imam.
Jenazah Imam Syafi’i diangkat dari rumahnya, melewati jalan al-Fusthath dan pasarnya hingga sampai ke daerah Darbi as-Siba, sekarang jalan Sayyidah an-Nafisah. Dan, Sayyidah Nafisah meminta untuk memasukkan jenazah Imam ke rumahnya, setelah jenazah dimasukkan, dia turun ke halaman rumah kemudian salat jenazah, dan berkata, “Semoga Allah merahmati asy-Syafi’i, sungguh ia benar-benar berwudhu dengan baik.”
Jenazah kemudian dibawa, sampai ke tanah anak-anak Ibnu Abdi al-Hakam, disanalah ia dikuburkan, yang kemudian terkenal dengan Turbah asy-Syafi’i sampai hari ini, dan disana pula dibangun sebuan masjid yang diberi nama Masjid asy-Syafi’i. Penduduk Mesir terus menerus menziarahi makam sang Imam sampai 40 hari 40 malam, setiap penziarah tak mudah dapat sampai ke makamnya karena banyaknya peziarah.
——————————————————-
nah saya sudah menjawabnya dengan penjelasan yang disertai bukti dan argumen, sesuai kesepakatan harap kaum salafiwahabi yang mengupload gambar tersebur segera belajar ISLAM dengan saya/Jefri Nofendi, dan bila kalian ingin belajar ISLAM dengan saya harap kalian di hadapan saya mengucap kembali 2 kalimah syahadat , 🙂
tapi kalau kalian salafiwahabi enggan dan mengingkari kesepakatan , silakan jilat lagi ludah kalian kembali yang mengatasnamakan sumpah “Demi
allaah” ,
“BERSUMPAH PALSU ADALAH DOSA BESAR YANG PELAKUNYA SUDAH PASTI DIGANJAR MASUK NERAKA KECUALI DIRINYA BERTOBAT !!! “
Tertanda
Jefri Nofendi
ASWAJA Bidang IT
NB : silakan copas dan share seluas luasnya bagi teman teman yang lain bila dikirimkan gambar tersebut atau dihadapkan pertanyaan seperti gambar tersebut …. buat kaum salafiwahabi yang tidak merasa gengsi mengupload gambar tersebut saya tunggu keberaniannya untuk bersedia belajar ISLAM dengan saya sendiri, 👳..

GUS DUR, “ORANG SUCI” PALING LUCU SEDUNIA

Gus Dur atau Al Mukarom KH. Abdurrahman Wahid -Allahu Yarham- adalah seorang tokoh yang penuh misteri, sulit dipahami namun namanya akan terus dikenang oleh bangsa ini (hingga hari ini setiap minggunya ribuan orang masih datang berziarah ke makam beliau). Kaum nasionalis menganggapnya sebagai guru bangsa dan pejuang hak asasi, toleransi dan demokrasi. Kalangan NU menganggapnya sebagai ulama besar bahkan auwliya yang memiliki karamah dan ilmu Ladunni (ilmu yang bukan berasal dari dunia ini) serta memanggil beliau dengan sebutan Mbah Wali.

Dalam pandangan kaum minoritas dan non muslim beliau dianggap sebagai sang pengayom dan pelindung minoritas. Hingga sekarang warga keturunan Tionghoa dan umat Khonghucu merasa berhutang budi dan akan terus mengenang jasa beliau yang telah mengakui agama Konghucu dan menjadikan tradisi serta hari raya Imlek sebagai hari libur nasional.

Selain itu Gus Dur juga adalah sosok yang sangat cerdas bahkan jenius. Gus Dur menguasai dengan fasih dan aktif 4 bahasa asing dan dapat membaca dengan baik 3 bahasa asing lainnya, yaitu bahasa : Inggris, Prancis, Arab dan Belanda serta, Jerman, Jepang dan China yang dikuasainya secara pasif. Gus Dur juga sanggup menghapal ribuan nomor telepon di luar kepala. Kapolri dan mantan ajudan Gus Dur, Jenderal Sutarman mengenang beliau sebagai sosok yang luar biasa cerdas dan diberkahi daya ingat yang luar biasa. "Beliau ini bisa menghafal ribuan nomor telepon, padahal beliau dua kali terkena stroke," ujar Sutarman.

Prof. Dr. Moh. Mahfud M.D. S.H. juga menceritakan bahwa saat Gus Dur ke Belanda, dari sebuah stasiun beliau enak saja menyebut nomor-nomor telepon dan nama-nama orang untuk dihubungi dari stasiun kereta api atau dari airport. Dan pada Desember 2000 saat Gus Dur sedang melakukan kunjungan ke Brunei, Gus Dur meminta Prof. Mahfud untuk menghubungi beberapa orang melalui telepon masing-masing. Gus Dur menyebut dengan sangat lancar nomor telepon setiap orang, baik telepon rumah maupun telepon genggamnya dan itu dilakukannya dengan sama sekali tidak membawa ataupun membaca catatan.

Dr. Nurcholish Madjid juga pernah mengatakan bahwa Gus Dur mampu menghafal di luar kepala ribuan nomor telepon teman-temannya. Namun ketika ditanyakan pada Gus Dur apakah benar beliau hafal ribuan nomor telepon, Gus Dur hanya menjawab dengan rendah hati sambil bercanda "Ya, tapi itu dulu. Sekarang tinggal hafal beberapa nomor milik janda-janda yang sering nelpon saya he..he..”

Satu lagi yang unik yaitu bahwa Gus Dur sering sekali tertidur mendengkur dan terlelap di mana saja berada termasuk saat sidang pleno dan paripurna DPR maupun berbagai momentum penting resmi kenegaraan lainnya bahkan pada saat pertemuan resmi yang dihadiri oleh pemimpin tertinggi Iran. Meski tertidur namun saat giliran beliau berbicara, Gus Dur bisa tiba-tiba bangun bahkan bisa menguraikan apa yang tadi disampaikan oleh pembicara-pembicara lainnya dengan cukup lengkap, jelas dan akurat serta bisa menjawab semua pertanyaan dengan tangkas dan cerdas.

Yang istimewa bahkan tokoh-tokoh Katolik yang ada di Vatikan menganggap Gus Dur sebagai seorang Santo atau orang suci. Dulu saat masih menjabat sebagai ketua PBNU Gus Dur pernah berkunjung ke Vatikan dan sambil bercanda mengatakan bahwa kelak dia akan datang lagi ke Vatikan tapi sebagai Presiden. Hal ini kemudian sungguh terjadi yang membuat para  tokoh di Vatikan tersebut menganggap Gus Dur setara dengan Santo yang memiliki ketajaman spiritual tertentu. Dan saat masih menjadi ketua PBNU, Gus Dur pernah berdiskusi dengan para kyai di kantor PCNU Wonosobo. Dan saat para kyai bertanya tentang siapa yang bakal jadi Presiden jika Orde Baru tumbang, dengan guyon Gus Dur menjawab : “Ya saya hehe....” Saat itu semua kyai hanya menganggap beliau bercanda karena hal itu dianggap mustahil dan tidak mungkin mengingat kondisi kesehatan Gus Dur saat itu serta betapa kuatnya kekuasaan Orde Baru.

Tidak hanya itu, berbagai nubuat dan ramalan yang dikatakan oleh Gus Dur juga banyak yang kemudian terbukti menjadi kenyataan seperti naiknya Jendral Sutarman (ajudan Gus Dur saat menjadi Presiden) menjadi Kapolri, naiknya KH. Said Aqil Siradj (tokoh NU) menjadi ketua PBNU di atas usia 55 tahun, naiknya Ahok (yang saat itu menjadi Bupati Belitung) menjadi Gubernur dan naiknya Jokowi (yang saat itu adalah walikota Solo) menjadi Presiden dan juga nubuat Gus Dur saat menjelang wafatnya beliau sendiri  (dengan berkata “Aku bakal pulang ke Jombang tapi nanti diantar orang banyak karena sudah ditunggu almarhum bapakku disana.”)

Gus Dur adalah orang yang “telah selesai dengan dirinya sendiri” sehingga tidak melambung ketika disanjung dan merana ketika dihina. Gus Dur dikenal sebagai sosok yang sederhana, murah hati dan tidak materialistis. Tidak jarang orang datang kepada beliau di kantor PBNU (sebelum menjadi Presiden) untuk meminta uang untuk sekedar urusan berobat, bayar uang sekolah sampai ongkos pulang kampung meskipun Gus Dur sendiri bukanlah orang yang kaya.

Meskipun cucu dari kyai besar pendiri NU dan anak dari Menteri Agama era Soekarno, namun hidup beliau tidaklah berlebihan sehingga istri beliau, yaitu ibu Shinta Nuriyah Wahid dulu sempat berjualan kacang yang digoreng dengan pasir hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Setelah menjadi Presiden, gajinya sebagai Presiden bahkan seringkali diserahkan pada orang yang ada di dekatnya begitu saja seperti kepada Alwi Shihab, AS Hikam dan Arifin Junaidi karena menurut beliau “Semua kebutuhan saya sudah disediakan disini (Istana Negara). Saya tak butuh apa-apa lagi, jadi uangnya biar dipakai sama yang masih butuh saja.”

Ada salah satu nasehat Gus Dur yang menurut saya relevan untuk direnungkan di tahun politik Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019 yang bisa kita gunakan sebagai panduan untuk memilih pemimpin ataupun pejabat publik yaitu : “Jangan kamu minta jabatan, karena kamu akan sendiri dan dibiarkan oleh Allah. Tapi kalau kamu tidak minta jabatan, maka Allah akan membantumu. Tidak ada jabatan di dunia ini yang perlu dikejar dan dipertahankan mati-matian.” Sungguh ini adalah sebuah nasehat yang tepat dan bijaksana. Dari sini juga kita bisa menilai kwalitas, karakter dan integritas dari sosok calon pemimpin, apakah dia seorang negarawan sejati ataukah hanya seorang oportunis dan poli-tikus ambisius biasa.

Meskipun demikian kaum Wahabi Takfiri dan kelompok radikal-intoleran seringkali menganggap beliau sebagai sesat dan munafik. Bibib pernah melecehkan Gus Dur dengan sebutan buta mata buta hati padahal justru dia sendiri yang buta hati bahkan akhirnya kuwalat dan tersandung kasus mesum serta pornografi hingga akhirnya buron dan minggat ke luar negeri. Bahkan istri dan anak-anak Gus Durpun tidak luput dari fitnah, hinaan dan makian dari Bani Micin plus oplosan kencing onta ini (sama seperti yang mereka lakukan pada Jokowi dan keluarganya). Ibu Shinta Nuriyah Wahid pernah ditolak, dihadang dan didemo oleh ormas radikal. Alissa Wahid pernah disebut sebagai “anak si buta”. Yenni Wahid pernah dihina cara berpakaiannya dan disebut antek liberal dan sebagainya.

Meski demikian saya tetap menganggap Gus Dur adalah pejuang dan mujahid Islam sejati yang telah berhasil menunjukkan wajah Islam yang sejuk, toleran, moderat, cinta damai dan Rahmatan lil Alamin. Gus Dur adalah tokoh yang berhasil “menyelamatkan muka Islam” yang telah tercoreng, rusak, tercemar dan dinodai oleh para provokator berjubah agama yang radikal, arogan bahkan barbar yang membuat orang jadi takut dengan nama Islam dan kalimah suci Allahu Akbar.

Namun dibalik semua kelebihan dan kontroversinya, Gus Dur juga adalah sosok yang sangat sederhana, merakyat dan humoris. Gus Dur seringkali menyelipkan pesan bijak dan makna tersembunyi yang dibungkus dalam bentuk humor. Gus Dur adalah satu-satunya orang yang bisa membuat Presiden Amerika Bill Clinton, Presiden Kuba Fidel Castro dan Raja Arab Salman bin Abdulaziz ga bisa nahan jaim sampe ketawa ngakak kelihatan giginya di depan para wartawan dan awak media, suatu hal yang mungkin belum pernah terjadi sebelumnya. Ada banyak sekali humor lucu yang pernah dibuat dan dilontarkan oleh Gus Dur, termasuk dalam berbagai pertemuan resmi bilateral antar negara dan acara resmi kenegaraan. Sebagian di antara humor Gus Dur yang tetap bisa membuat saya ketawa meski telah mendengarnya berulang kali adalah beberapa kisah berikut ini :

1. HUMOR ANAK KYAI
Dikisahkan suatu ketika ada seorang kyai besar yang memiliki pondok dengan ribuan santri. Kyai ini memiliki tiga anak laki-laki. Yang sulung berhasil mengikuti jejak ayahnya dan juga menjadi kyai yang memiliki dan memimpin pondoknya sendiri. Anak kedua menjadi seorang ustadz dan mubaligh yang seringkali diundang untuk memberikan ceramah dan dakwah agama. Berbeda dengan ayah dan kedua kakaknya, si anak bungsu justru memilih berpindah agama dan menjadi penganut Kristiani.

Sedih, galau, kecewa dan bingung dengan keputusan anak bungsunya ini, pak Kyai akhirnya bermunajat dan berdoa kepada Tuhan untuk mengadukan keresahan hatinya. Tak disangka ternyata Tuhanpun dengan cepat merespon keluh kesahnya dan menjawab : “ Kamu punya anak tiga, cuma satu yang masuk Kristen aja bingung dan ngeluh. Coba bayangkan, anakKu cuma satu-satunya, masuk Kristen lagi. Gimana perasaanmu coba?“ Wkwkwk......

2. HUMOR KEDEKATAN DENGAN TUHAN
Suatu ketika terjadi perbincangan antara orang Hindu, Kristen dan Islam. Orang Hindu berkata, “Kami orang Hindu sangatlah dekat dengan Tuhan. Buktinya kami memanggil Tuhan dengan panggilan : Om.” Orang Kristen ga mau kalah. Dia membalas, “Kami orang Kristen dan Katolik lebih dekat lagi sama Tuhan. Kami memanggil Tuhan dengan sebutan Bapak dan Bunda. Lebih dekat mana Bapak dan Bunda sama Om?” Tinggal si orang Islam yang tersipu-sipu malu. Sambil menahan senyum karena malu dia berkata, “Kami orang Islam boro-boro dekat. Mau manggil Tuhan aja kami harus teriak-teriak dulu pake TOA / pengeras suara.” Wkwkwkwk.....

3. HUMOR TUHAN & PRESIDEN
Suatu ketika terjadi audiensi antara Tuhan dengan pemimpin negara dari Amerika, Prancis, Inggris dan Indonesia. Presiden Amerika bertanya “Tuhan kapan negara kami bisa makmur sejahtera semuanya?” Tuhan menjawab “20 tahun lagi.” Presiden Amerikapun kemudian menangis. Presiden Prancis bertanya “Tuhan kapan negara kami bisa makmur sejahtera semuanya?” Tuhan menjawab “25 tahun lagi.” Presiden Prancispun kemudian menangis.

Perdana Menteri Inggris bertanya “Tuhan kapan negara kami bisa makmur sejahtera semuanya?” Tuhan menjawab “30 tahun lagi.” Perdana Menteri Inggrispun lalu menangis. Kemudian giliran Presiden Indonesia (Gus Dur) bertanya : “Tuhan kapan negara kami bisa makmur sejahtera semuanya?” Tuhan diam dan kini gantian Tuhan yang menangis. Wkwkwk...

Untunglah yang bikin cerita-cerita humor itu adalah Gus Dur. Kalo saya mungkin bakalan habis dimaki, dipersekusi dan didemo berjilid-jilid sama ormas radikal dan intoleran. Hayo siapa yang berani bilang Gus Dur melakukan penistaan agama? Ga takut sama pasukan Banser dan barisan pendekar Pagar Nusa yang sakti mandraguna, kebal senjata dan berani mati ya? Hehe.....

Menurut saya Gus Dur yang bijak namun humoris itu mirip Buddha Chikung atau Buddha Ketawa atau para pendeta Zen yang gokil, lucu, unik, suka ga nyambung, ngawur tapi memiliki kebijaksanaan yang mendalam, hikmah tersembunyi dan sakti luar biasa. Ilmu dan kebijaksanaan mereka sangat tinggi namun mereka sangat sederhana, wajar, santai, relaks, luwes, fleksibel dan ringan menghadapi kehidupan. Berdasar pengalaman pribadi memang biasanya guru yang bijak dan berilmu tinggi hampir semuanya adalah seperti itu. Yang ilmunya nanggung, mediocre, setengah-setengah, kurang matang tapi sok tahu justru yang biasanya bawaannya tegang, ngamukan dan suka ngajak ribut melulu.

Makanya jadi orang jangan suka baper, gampang marah, ngamuk, tersinggung dan bawaannya tegang, stress n gaduh melulu kayak emak-emak baru datang bulan atau ABG alay lagi putus cinta. Gampang ngamuk itu tanda kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual yang rendah. Lha wong nyatanya Gus Dur yang tak diragukan kejeniusan, kebijaksanaan dan ketajaman mata batinnya aja woles n santai gitu kok. Kwalitas Gus Dur jelas beda bagai bumi dan langit dibanding mereka yang suka berkata : “Kami ini cinta damai. Kalo ga percaya gue pentung loe !!”

Tuhan itu Maha Baik, Maha Indah, Maha Toleran dan Maha Humoris (semua yang ada di alam semesta adalah ciptaan Tuhan, termasuk humor). Sebagai umat Tuhan kita juga harus menunjukkan dan mencerminkan semua kwalitas yang baik dan indah agar orang ingat kembali kepada Tuhan. Jangan sampai kita menunjukkan dan mempertontonkan perilaku negatif yang justru bertentangan dengan kehendak Tuhan seperti memaki, mengancam, mengintimidasi, menteror, memaksakan kehendak, mempersekusi dan menghakimi yang justru membuat orang menganggap bahwa Tuhan itu kejam, sadis, menakutkan dan maha diktator.

Mau tahu buktinya kalo Tuhan itu maha humoris? Lihat aja slogan kampanye “Keberpihakan” tapi melakukan boikot mayat saudara seagama. Lihat aja janji kampanye “Ojek Terbang” yang sekarang jadi Be’ol Cepirit (Becak Online Cepat & Irit). Lihat aja Oke Oce yang katanya “dibantu modalnya” dan ternyata malah diporotin dan dimakelarin 13%. Lihat aja Rumah DP 0 rupiah yang ternyata cuma rusun biasa dengan akad 20 juta bagi yang berpenghasilan 7 juta sebulan. Lihat aja janji KJP Plus yang ternyata malah jadi minus, makin berkurang bahkan sebagian menghilang. Itu semua adalah bukti betapa dagelan dan lucunya kehidupan ini. Dan lucunya lagi, yang konyol macam gini malah dibelain mati-matian dan dianggap bak pahlawan suci.

Pasti sekarang giliran Tuhan yang jadi mikir dan bilang : “Sebenarnya yang waras itu siapa?”

Salam Waras Gus,

Gitu Aja Kok Repot.......
( Jika cinta Gus Dur silakan share tulisan ini. Ila ruhi Mbah Wali Gus Dur, lahul Fatihah......)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1801326859879026&id=100000051895419

Risalah Tentang Pentingnya Mengikuti Madzhab Empat

Karya Hadlratusysyaikh KH. Hasyim Asy’ari
(1287H-1366H) -- rohimahuLlöh --

اِعْلَمْ أَنَّ فِي الْأَخْذِ بِهَذِهِ الْمَذَاهِبِ الْأَرْبَعَةِ مَصْلَحَةً عَظِيْمَةً وَفِي الْإِعْرَاضِ عَنْهَا كُلِّهَا مَفْسَدَةً كَبِيْرَةً

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya mengikuti madzhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali) mengandung kemaslahatan yang besar, dan meninggalkan seluruhnya membawa resiko kerusakan yang fatal.

وَنَحْنُ نُبَيِّنُ ذَلِكَ بِوُجُوْهٍ

Kami akan menjelaskan persoalan di atas dari beberapa aspek:

أَحَدُهَا أَنَّ الْأُمَّةَ اِجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَعْتَمِدُوْا عَلَى السَّلَفِ فِيْ مَعْرِفَةِ الشَّرِيْعَةِ

Pertama, bahwa umat Islam telah sepakat bulat untuk mengacu dan menjadikan ulama salaf sebagai pedoman dalam mengetahui, memahami, dan mengamalkan syariat Islam secara benar.

فَالتَّابِعُوْنَ اِعْتَمَدُوْا فِيْ ذَلِكَ عَلَى الصَّحَابَةِ وَتُبَّعُ التَّابِعِيْنَ اِعْتَمَدُوْا عَلَى التَّابِعِيْنَ وَهَكَذَا فِيْ كُلِّ طَبَقَةٍ اِعْتَمَدَ الْعُلَمَاءُ عَلَى مَنْ قَبْلَهُمْ

Dalam hal ini, para tabi'in mengikuit jejak para sahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, lalu para pengikut tabi'in meneruskan langkah dengan mengikuti jejak para tabi'in. Demikianlah seterusnya, pada setiap generasi, para ulama pasti mengacu dan merujuk kepada orang-orang dari generasi sebelumnya.

وَالْعَقْلُ يَدُلُّ عَلَى حُسْنِ ذَلِكَ لِأَنَّ الشَّرِيْعَةَ لَا تُعْرَفُ إِلَّا بِالنَّقْلِ وَالْإِسْتِنْبَاطِ

Akal yang sehat menunjukkan betapa baiknya pola pemahaman dan pengamalan syariat Islam yang seperti itu. Sebab syariat Islam tidak dapat diketahui kecuali dengan cara naql (mengambill dari generasi sebelumnya) dan istinbath (mengeluarkan dari sumbernya, Al Quran dan al Hadits, melalui ijtihad untuk menetapkan hukum).

وَالنَّقْلُ لَا يَسْتَقِيْمُ إِلَّا بِأَنْ تَأْخُذَ كُلُّ طَبَقَةٍ عَمَّنْ قَبْلَهَا بِالْإِتِّصَالِ

Naql tidak mungkin dilakukan dengan benar kecuali dengan cara setiap generasi mengambil langsung dari generasi sebelumnya secara berkesinambungan.

وَلَا بُدَّ فِي الْإِسْتِنْبَاطِ أَنْ يَعْرِفَ مَذَاهِبَ الْمُتَقَدِّمِيْنَ لِئَلَّا يَخْرُجَ عَنْ أَقْوَالِهِمْ فَيَخْرِقُ الْإِجْمَاعَ وَيَبْنِيْ عَلَيْهَا وَيَسْتَعِيْنُ فِيْ ذَلِكَ بِمَنْ سَبَقَهُ

Sedangkan untuk istinbath, disyaratkan harus mengetahui madzhab-madzhab ulama generasi terdahulu agar tidak menyimpang dari pendapat-pendapat mereka yang bisa berakibat menyalahi kesepakatan mereka (ijma’). Dan melanjutkan madzhab-madzhab tersebut dengan ditunjang madzhab-madzhab ulama generasi sebelumnya

لِأَنَّ جَمِيْعَ الصِّنَاعَاتِ كَالصَّرْفِ وَالنَّحْوِ وَالطِّبِّ وَالشِّعْرِ وَالْحِدَادَةِ وَالتِّجَارَةِ وَالصِّيَاغَةِ لَمْ تَتَيَسَّرْ لِأَحَدٍ إِلَّا بِمُلَازَمَةِ أَهْلِهَا وَغَيْرُ ذَلِكَ نَادِرٌ بَعِيْدٌ لَمْ يَقَعْ وَإِنْ كَانَ جَائِزًا فِي الْعَقْلِ

Sebab, semua pengetahuan dan kecakapan yang dimiliki seseorang, misalnya dibidang shorof, nahwu, kedokteran, kesusastraan, pandai besi, perdagangan dan keahlian logam mulia, tidak mungkin begitu saja mudah dipelajari oleh seseorang kecuali dengan terus menerus belajar kepada ahlinya. Diluar cara itu, sungguh sangat langka dan jauh dari kemungkinan, bahkan nyaris tidak pernah terjadi, kendatipun menurut akal boleh saja terjadi.

وَإِذَا تَعَيَّنَ الْإِعْتِمَادُ عَلَى أَقَاوِيْلِ السَّلَفِ فَلَا بُدَّ مِنْ أَنْ تَكُوْنَ أَقْوَالُهُمْ اَلَّتِيْ يُعْتَمَدُ عَلَيْهَا مَرْوِيَّةً بِالْإِسْنَادِ الصَّحِيْحِ أَوْ مُدَوَّنَةً فِيْ كُتُبٍ مَشْهُوْرَةٍ

Jika pendapat-pendapat para ulama salaf telah menjadi keniscayaan untuk dijadikan pedoman, maka pendapat-pendapat mereka yang dijadikan pedoman itu haruslah diriwayatkan dengan sanad (mata-rantai) yang benar dan bisa dipercaya, atau dituliskan dalam kitab-kitab yang masyhur

وَأَنْ تَكُوْنَ مَخْدُوْمَةً بِأَنْ يُبَيَّنَ الرَّاجِحُ مِنْ مُحْتَمَلَاتِهَا وَيُخَصَّصَ عُمُوْمُهَا فِيْ بَعْضِ الْمَوَاضِعِ وَيُقَيَّدَ مُطْلَقُهَا فِيْ بَعْضِ الْمَوَاضِعِ وَيُجْمَعَ الْمُخْتَلَفُ مِنْهَا وَيُبَيَّنَ عِلَلُ أَحْكَامِهَا وَإِلَّا لَمْ يَصِحَّ الْاِعْتِمَادُ عَلَيْهَا

dan telah diolah (dikomentari) dengan menjelaskan pendapat yang unggul dari pendapat lain yang serupa, menyendirikan persoalan yang khusus (takhshish) dari yang umum, membatasi yang muthlaq dalam konteks tertentu, menghimpun dan menjabarkan pendapat yang berbeda dalam persoalan yang masih diperselisihkan serta menjelaskan alasan timbulnya hukum yang demikian. Karena itu, apabila pendapat-pendapat ulama tadi tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan seperti diatas, maka pendapat tersebut tidak dapat dijadikan pedoman.

وَلَيْسَ مَذْهَبٌ فِيْ هَذِهِ الْأَزْمِنَةِ الْمُتَأَخِّرَةِ بِهَذِهِ الصِّفَةِ إِلَّا هَذِهِ الْمَذَاهِبُ الْأَرْبَعَةُ اَللَّهُمَّ إِلَّا مَذْهَبَ الْإِمَامِيَّةِ وَالزَّيْدِيَّةِ وَهُمْ أَهْلُ الْبِدْعَةِ لَا يَجُوْزُ الْاِعْتِمَادُ عَلَى أَقَاوِيْلِهِمْ

Tidak ada satu madzhabpun di zaman akhir ini yang memenuhi syarat dan sifat seperti diatas selain madzhab empat ini. Memang ada juga madzhab yang mendekati syarat dan sifat diatas, yaitu madzhab Imamiyah (Syi'ah) dan Zaydiyah (golongan Syi'ah). Namun keduanya adalah golongan ahlu bid'ah, sehingga keduanya tidak boleh dijadikan pegangan.

وَثَانِيْهَا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِتَّبِعُوا السَّوَادَ الْأَعْظَمَ
وَلَمَّا انْدَرَسَتْ اَلْمَذَاهِبُ الْحِقَّةُ إِلَّا هَذِهِ الْأَرْبَعَةَ كَانَ اتِّبَاعُهَا اِتِّبَاعًا لِلسَّوَادِ الْأَعْظَمِ وَالْخُرُوْجُ عَنْهَا خُرُوْجًا عَنِ السَّوَادِ الْأَعْظَمِ

Kedua, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: "Ikutilah golongan terbesar (as-Sawad al-A'zham)!”.
Ketika beberapa madzhab yang tergolong benar telah hilang dan yang tersisa hanya tinggal empat madzhab ini, maka nyatalah bahwa mengikuti empat madzhab berarti mengikuti as-Sawad al-A'zham, dan keluar dari sana berarti telah keluar dari as-Sawad al-A'zham.

وَثَالِثُهَا أَنَّ الزَّمَانَ لَمَّا طَالَ وَبَعُدَ الْعَهْدُ وَضُيِّعَتِ الْأَمَانَاتُ لَمْ يَجُزْ أَنْ يُعْتَمَدَ عَلَى أَقْوَالِ عُلَمَاءِ السُّوْءِ مِنَ الْقُضَاةِ الْجَوَرَةِ وَالْمُفْتِيْنَ التَّابِعِيْنَ لِأَهْوَائِهِمْ حَتَّى يَنْسِبُوْا مَا يَقُوْلُوْنَ إِلَى بَعْضِ مَنْ اِشْتَهَرَ مِنَ السَّلَفِ بِالصِّدْقِ وَالدِّيَانَةِ وَالْأَمَانَةِ إِمَّا صَرِيْحًا أَوْ دَلَالَةً وَحِفْظِ قَوْلِهِ فِيْ ذَلِكَ وَلَا عَلَى قَوْلِ مَنْ لَا نَدْرِيْ هَلْ جَمَعَ شُرُوْطَ الْإِجْتِهَادِ أَوْ لَا

Ketiga, pada saat zaman sudah begitu lama berputar, makin jauh (dari masa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam), dan amanat menjadi begitu mudah disia-siakan, maka tidak boleh berpegang pada pendapat-pendapat oknum-oknum ulama yang buruk, baik dari kalangan hakim-hakim yang menyeleweng maupun mufti-mufti yang hanya mengikuti hawa nafsunya, meskipun mereka mengaku bahwa pendapatnya itu sesuai dengan pendapat ulama salaf yang masyhur integritas pribadinya, loyalitas agamanya dan amanah moralnya, baik secara eksplisit maupun secara implisit, serta memelihara pendapatnya secara bertanggung jawab. Kitapun tidak boleh mengikuti pendapat orang yang kita belum mengetahui persis apakah yang bersangkutan sudah memenuhi persyaratan ijtihad atau belum.

فَإِذَا رَأَيْنَا الْعُلَمَاءَ الْمُحَقِّقَيْنَ فِيْ مَذَاهِبِ السَّلَفِ عَسَى أَنْ يَصْدُقُوْا فِيْ تَخْرِيْجَاتِهِمْ عَلَى أَقْوَالِهِمْ وَاسْتِنْبَاطِهِمْ مِنَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَأَمَّا إِذَا لَمْ نَرَ مِنْهُمْ ذَلِكَ فَهَيْهَاتَ

Apabila kita melihat para ulama ahli tahqiq (penelitian) yang menekuni madzhab-madzhab para ulama salaf, maka ada harapan bahwa mereka akan memperoleh kebenaran dalam usahanya merumuskan pendapat dan penggalian ketentuan-ketentuan hukum dari al-Qur'an dan as-Sunnah. Sebaliknya, apabila kita tidak melihat hal itu kepada mereka, maka sungguh jauh dari kemungkinan memperoleh kebenaran yang diharapkan.

وَهَذَا الْمَعْنَى الَّذِيْ أَشَارَ إِلَيْهِ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ حَيْثُ قَالَ يَهْدِمُ الْإِسْلَامَ جِدَالُ الْمُنَافِقِ بِالْكِتَابِ وَابْنُ مَسْعُوْدٍ حَيْثُ قَالَ مَنْ كَانَ مُتَّبِعًا فَلْيَتَّبِعْ مَنْ مَضَى

Inilah pengertian yang secara tidak langsung ditunjukkan oleh Khalifah ‘Umar bin Khatthab radhiyallaahu ‘anhu melalui perkataannya: "Islam akan hancur akibat kelihaian orang-orang munafik dalam berdebat dengan menggunakan al-Qur'an."
Dan juga sahabat Ibnu Mas'ud berpesan: "Barangsiapa menjadi pengikut (yang baik) maka hendaklah mengikuti (para ulama) generasi sebelumnya."

فَمَا ذَهَبَ اِلَيْهِ ابْنُ حَزْمٍ حَيْثُ قَالَ اَلتَّقْلِيْدُ حَرَامٌ إِلَى آخِرِهْ إنَّمَا يَتِمُّ فِيْمَنْ لَهُ ضَرْبٌ مِنَ الْاِجْتِهَادِ وَلَوْ فِيْ مَسْأَلَةٍ وَاحِدَةٍ

Dengan demikan gagasan yang pernah dilontarkan Ibnu Hazm bahwa taqlid itu hukumnya haram, sesungguhnya hanya ditujukan kepada orang yang memiliki kemampuan berijtihad meskipun hanya dalam satu permasalahan,

وَفِيْمَنْ ظَهَرَ عَلَيْهِ ظُهُوْرًا بَيِّنًا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِكَذَا وَنَهَى عَنْ كَذَا وَأَنَّهُ لَيْسَ بِمَنْسُوْخٍ إِمَّا بِأَنْ يَتَتَبَّعَ الْأَحَادِيْثَ وَأَقْوَالَ الْمُخَالِفِ وَالْمُوَافِقِ فِي الْمَسْأَلَةِ فَلَا يَجِدُ لَهَا نَسْخًا

serta buat orang yang konkrit meyakini bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memerintahkan ini atau melarang itu, sedang perintah atau larangan itu belum dihapuskan.
Keyakinan mungkin dapat diperoleh dengan meneliti banyak Hadits dan pendapat para ulama yang menentang maupun yang setuju, lalu jelas bahwa ketentuannya belum terhapuskan

أَوْ بِأَنْ يَرَى جَمًّا غَفِيْرًا مِنَ الْمُتَبَحِّرِيْنَ فِي الْعِلْمِ يَذْهَبُوْنَ إِلَيْهِ وَيَرَى الْمُخَالِفَ لَهُ لَا يَحْتَجُّ اِلَّا بِقِيَاسٍ أَوْ اِسْتِنْبَاطٍ أَوْ نَحْوِ ذَلِكَ

Atau mungkin dengan melihat mayoritas terbesar dari golongan ulama yang mendalami ilmunya ternyata sependapat dalam ketentuan tersebut, sementara golongan yang menentangnya tidak mampu mengajukan dalil kecuali hanya berupa qiyas atau istinbath atau yang sejenisnya (bukan berupa dalil nash).

فَحِيْنَئِذٍ لَا سَبَبَ لِمُخَالَفَةِ حَدِيْثِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا نِفَاقٌ خَفِيٌّ
أَوْ حُمْقٌ جَلِيٌّ

Jika demikian maka tidak ada dalih untuk menyalahi Hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam selain kemunafikan yang terselubung atau kebodohan yang nyata.

وَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا بُدَّ لِلْمُكَلَّفِ غَيْرِ الْمُجْتَهِدِ الْمُطْلَقِ مِنْ اِلْتِزَامِ التَّقْلِيْدِ لِمَذْهَبٍ مُعَيَّنٍ مِنْ مَذَاهِبِ الْأَئِمَّةِ الْأَرْبَعَةِ وَلَا يَجُوْزُ لَهُ الْاِسْتِدْلَالُ بِالْآيَاتِ وَالْأَحَادِيْثِ لِقَوْلِهِ تَعَالَى وَلَوْ رَدُّوْهُ إِلَى الرَّسُوْلِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِيْنَ يَسْتَنْبِطُوْنَ مِنْهُمْ

Dan ketahuilah, bahwa setiap orang yang sudah mukallaf (aqil baligh) yang tidak mampu
berijtihad secara mutlak, harus mengikuti salah satu dari empat madzhab dan tidak boleh baginya untuk ber-istidlal (mengambil dalil secara langsung) dari al-Qur'an atau Hadits.
Ini didasarkan pada firman Allah Ta’ala (yang artinya kurang lebih): “Dan seandainya menyerahkan (urusan itu) kepada Rasul dan ulil amri (yang menguasai pada bidangnya) diantara mereka, niscayalah orang-orang yang ingin mengetahui kebenaran akan dapat mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil amri).”.

وَمَعْلُوْمٌ أَنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَنْبِطُوْنَهُ هُمُ الَّذِيْنَ تَأَهَّلُوْا لِلْاِجْتِهَادِ دُوْنَ غَيْرِهِمْ كَمَا هُوَ مَبْسُوْطٌ فِيْ مَحَلِّهِ

Dan telah dimaklumi, bahwa mereka yang dapat ber-istinbath (mengambil dalil langsung dari al-Qur'an dan Hadits) adalah orang-orang yang telah memiliki cukup keahlian dan kemampuan berijtihad, bukan orang lain, sebagaimana keterangan yang diuraikan dalam bab ijtihad di berbagai kitab.

أَمَّا الْمُجْتَهِدُ فَيَحْرُمُ عَلَيْهِ التَّقْلِيْدُ فِيْمَا هُوَ مُجْتَهِدٌ فِيْهِ لِتَمَكُّنِهِ مِنَ الْاِجْتِهَادِ الَّذِيْ هُوَ أَصْلُ التَّقْلِيْدِ لَكِنِ الْمُجْتَهِدُ الْمُسْتَقِلُّ بِوُجُوْدِ الشَّرَائِطِ الَّتِيْ ذَكَرَهَا الْأَصْحَابُ فِيْ أَوَائِلِ الْقَضَاءِ مَفْقُوْدٌ مِنْ نَحْوِ سِتِّمِائَةِ سَنَةٍ كَمَا قَالَهُ ابْنُ الصَّلَاحِ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى

Adapun orang yang dapat menyandang status mujtahid, maka haram baginya untuk bertaqlid dalam persoalan yang ia sendiri mampu berijtihad, karena kemampuannya berijtihad justru menjadi acuan bagi mereka yang taqlid.
Namun demikian, mujtahid mustaqill (mujtahid yang mampu menggali hukum langsung dari sumbernya, al-Qur'an dan Hadits) dengan memenuhi segala persyaratnnya sebagimana yang telah dijelaskan oleh para pengikutnya dalam permulaan bab qodlo', ternyata sudah tidak ditemukan lagi sejak kira-kira enam ratus tahun yang silam, sebagaimana yang diungkapkan oleh Ibnu Shalah rahimahullaau ta’ala

حَتَّى قَالَ غَيْرُ وَاحِدٍ إِنَّ النَّاسَ لَا إِثْمَ عَلَيْهِمْ اَلْآنَ بِتَعْطِيْلِ هَذَا الْفَرْضِ أَيْ بُلُوْغِ دَرَجَةِ الْاِجْتِهَادِ الْمُطْلَقِ لِأَنَّ النَّاسَ كُلَّهُمْ بُلَدَاءُ بِالنِّسْبَةِ إِلَيْهَا وَفَرْضُ الْكِفَايَةِ فِيْ طَلَبِ الْعُلُوْمِ لَا يُتَوَجَّهُ إِلَى الْبَلِيْدِ

Bahkan tidak sekedar satu orang yang menyatakan manusia sekarang tidak berdosa seandainya meninggalkan kewajiban berijtihad ini, karena manusia zaman sekarang ini terlalu bodoh untuk mencapai derajat ijtihad. Padahal fardlu kifayah dalam hal mencari ilmu tidak mungkin ditujukan kepada orang-orang yang bodoh.

وَلَيْسَتِ الْمَذَاهِبُ الْمَتْبُوْعَةُ مُنْحَصِرَةٌ فِي الْأَرْبَعَةِ بَلْ لِجَمَاعَةٍ مِنَ الْعُلَمَاءِ مَذَاهِبُ مَتْبُوْعَةٌ أَيْضًا كَالسُّفْيَانَيْنِ وَإِسْحَاقَ بْنِ رَاهَوَيْهِ وَدَاوُدَ اَلظَّاهِرِيِّ وَالْأَوْزَاعِيِّ

Sebenarnya madzhab-madzhab yang boleh diikuti tidak hanya terbatas hanya kepada empat madzhab saja, bahkan ada golongan ulama dari madzhab yang bisa diikuti, seperti madzhab Sufyan Tsawri dan Sufyan bin ‘Uyaynah, Ishaq bin Rahawayh, madzhab Dawud ad-Zhahiri dan madzhab al-Awza'i.

وَمَعَ ذَلِكَ فَقَدْ صَرَّحَ جَمْعٌ مِنْ أَصْحَابِنَا بِأَنَّهُ لَا يَجُوْزُ تَقْلِيْدُ غَيْرِ الْأَئِمَّةِ الْأَرْبَعَةِ ، وَعَلَّلُوْا ذَلِكَ بِعَدَمِ الثِّقَةِ بِنِسْبَتِهَا إِلَى أَرْبَابِهَا لِعَدَمِ الْأَسَانِيْدِ الْمَانِعَةِ مِنَ التَّحْرِيْفِ وَالتَبْدِيْلِ

Meskipun demikian para ulama pengikut madzhab Syafi'i menjelaskan bahwa mengikuti selain empat madzhab adalah tidak boleh, karena tidak ada jaminan kebenaran atas hubungan madzhab itu dengan para imam yang bersangkutan, sebab tidak adanya sanad (mata-rantai) yang dapat menjamin daari beberapa kekeliruan dan perubahan

بِخِلَافِ الْمَذَاهِبِ الْأَرْبَعَةِ فَإِنَّ أَئِمَّتَهَا بَذَلُوْا أَنْفُسَهُمْ فِيْ تَحْرِيْرِ الْأَقْوَالِ وَبَيَانِ مَا ثَبَتَ عَنْ قَائِلِهِ وَمَالَمْ يَثْبُتْ فَأَمِنَ أَهْلُهَا مِنْ كُلِّ تَغْيِيْرٍ وَتَحْرِيْفٍ وَعَلِمُوا الصَّحِيْحَ مِنَ الضَّعِيْفِ ،

Berbeda dengan madzhab empat, karena para pemimpinnya telah mencurahkan jerih payahnya dalam mengkodifikasi (menghimpun) pendapat-pendapat serta menjelaskan hal-hal yang telah ditetapkan atau yang tidak ditetapkan oleh pendiri madzhab. Dengan begitu, maka para pengikutnya menjadi aman dari segala perubahan dan kekeliruan, serta bisa mengetahui mana pendapat yang benar dan yang lemah.

وَلِذَا قَالَ غَيْرُ وَاحِدٍ فِي الْإِمَامِ زَيْدِ بْنِ عَلِيٍّ إِنَّهُ إِمَامٌ جَلِيْلُ الْقَدْرِ عَالِي الذِّكْرِ وَ إِنَّمَا ارْتَفَعَتْ اَلثِّقَةُ بِمَذْهَبِهِ لِعَدَمِ اعْتِنَاءِ أَصْحَابِهِ بِالْأَسَانِيْدِ فَلَمْ يُؤْمَنْ عَلَى مَذْهَبِهِ التَّحْرِيْفُ وَالتَّبْدِيْلُ وَنِسْبَةُ مَالَمْ يَقُلْهُ إِلَيْهِ ، فَالْمَذَاهِبُ الْأَرْبَعَةُ هِيَ الْمَشْهُوْرَةُ الْآنَ الْمُتَّبَعَةُ ، وَقَدْ صَارَ إِمَامُ كُلٍّ مِنْهُمْ لِطَائِفَةٍ مِنْ طَوَائِفِ الْإِسْلَامِ عَرِيْفًا بِحَيْثُ لَا يَحْتَاجُ السَّائِلُ عَنْ ذَلِكَ تَعْرِيْفًا

Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang memberi komentar terhadap Imam Zayd bin 'Ali. Beliau adalah seorang imam yang agung kedudukannya dan tinggi reputasinya, akan tetapi kepercayaan terhadap madzhabnya menjadi hilang karena para murid-muridnya kurang dalam memberikan perhatian pada pentingnya sanad yang menjamin kesinambungan suatu madzhab.

فَالْمَذَاهِبُ الْأَرْبَعَةُ هِيَ الْمَشْهُوْرَةُ الْآنَ الْمُتَّبَعَةُ ، وَقَدْ صَارَ إِمَامُ كُلٍّ مِنْهُمْ لِطَائِفَةٍ مِنْ طَوَائِفِ الْإِسْلَامٍ عَرِيْفًا بِحَيْثُ لَا يَحْتَاجُ السَّائِلُ عَنْ ذَلِكَ تَعْرِيْفًا

Maka madzhab empat inilah madzhab yang sekarang masyhur dan diikuti. Para imam dari masing-masing empat madzhab ini begitu dikenal, sehingga orang yang bertanya tidak perlu lagi diberikan pengenalan kepada mereka, karena begitu nama mereka disebut, dengan sendirinya orang bertanya pasti mengenalnya.

Pohon Keimanan

Abu Bakar ar-Razi menyatakan, "Iman itu dalam hati seorang mukmin bagaikan sebuah pohon yang mempunyai tujuh ranting.  

Pertama , sebuah ranting yang melambai ke hati,  buahnya adalah kemauan yang benar. 

Kedua,  sebuah ranting yang melambai sampai ke mulut,  buahnya adalah perkataan yang jujur. 

Ketiga, sebuah ranting yang melambai sampai ke kaki,  buahnya adalah berjalan menuju majlis taklim. 

Keempat,  sebuah ranting yang melambai ke tangan,  buahnya adalah memberi sedekah.

Kelima,  sebuah ranting yang melambai sampai ke dua mata,  buahnya adalah melihat untuk mendapat pelajaran ('ibrah). 

Keenam,  sebuah ranting yang melambai sampai ke perut,  buahnya adalah makan yang halal dan meninggalkan yang syubhat,  yang tidak jelas hukumnya. 

Ketujuh,  sebuah ranting yang melambai ke jiwa,  buahnya adalah meninggalkan syahwat.  
@Book : Spiritual Softdrink

Sekolah Internet Gratis di Wampu Langkat Sumatera Utara



Kursus Internet Marketing Terbaik Untuk Pemula di Wampu-Langkat Sumatera Utara 
Hai Wampu, era digital semakin berkembang sangat pesat, ambil alih era ini untuk melejitkan income dari produk  anda atau anda yang belum punya produk dengan affiliate dan dropship. Bahkan, untuk kamu pemula yang mau memulai bisnis sendiri dan memasarkan secara online bingung mau mulai dari mana dan belajar dimana bisa ikut belajar sama sama kursus internet marketing terbaik untuk pemula di Wampu-Langkat Sumatera Utara

Kita Sudah ada Silabus dan Kurikulumnya sudah menyentuh lebih dari 700 tutorial dan selalu update mulai dari basic sampai dengan materi advanced. Untuk mempermudah peserta mengikuti kurikulumnya materi akan di bagi persemester dan ada mentor yang akan memandu anda serta tempat bertanya untuk memastikan anda dapat mengikuti kurikulumnya,
Kita ada kelas Rutinnya Setiap Minggu pertemuan Off line dan On line live webinar. untuk anda yang tinggal di Jakarta kita ada kelas pertemuan rutin setiap minggunya,

Ini Jadwal kelasnya
Rabu Jam 13:00 – 16:30
Kamis Jam 13:00 – 16:30 dan Jam 19:00 – 21:30
(untuk yang bertepatan dengan tanggal merah dan libur nasional kita juga ikut libur)
Anda bisa ikut Trial kelasnya 3 kali gratis dengan mengisi form dibawah.
revew kelas jakarta, alamat Kelas lengkap Hub. Whatsapp yang tertera di sini.


NB : untuk Jadwal, sewaktu-waktu dapat berubah, info Update hub. WhatsApp



untuk kamu yang tinggal di Wampu bisa ikut kelasnya via LIVE ONLINE WEBINAR,  jadi kamu bisa belajar lewat Laptop/kompoter, bahkan lewat HP Android anda dari rumah via Online, jadi dimana pun anda berada bisa ikut kelasnya juga,














Ini jadwal kelas gratis LIVE Webinar Online
Untuk ikut webinarnya download aplikasi zoom bisa di HP atau di laptop


Jadwal Webinar preview sb1m
Hari : selasa
Materi : preview sb1m dan materi praktek
Jam : 20:00 – selsai
https://zoom.us/j/895712250
Materi minggu 1
Mendapatakan income dari facebook status dan instagram untuk pemula
Materi minggu 2
Facebook ads untuk pemula
Materi minggu 3
Membuat video youtube yg menghasilkan untuk pemula
Materi minggu 4
Membuat artikel sederhana halaman satu google yg menghasilkan untuk pemula
Hari : Rabu
Materi : preview sb1m dan 5 hal basic mendapatkan income dari dunia online
Jam : 13:00 – 15:30
https://zoom.us/j/962598284
Hari : Kamis
Materi : preview sb1m dan 5 hal basic mendapatkan income dari dunia online
Jam : 13:00 – 15:30
https://zoom.us/j/962598284
Hari : kamis
Materi : preview sb1m dan 5 hal basic mendapatkan income dari dunia online
Jam : 19:00 – 21:30
https://zoom.us/j/420136135

Untuk kamu yang mau ikut belajar sama sama bisa mendaftar,
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>DAFTAR KELAS DI SINI 
Pastikan setelah daftar klik “CONFIRM SUBSCRIPTION” di emailnya untuk mendapatkan Informasi Update dan  tutorial internet marketing gratis selama 2 tahun =)
Untuk info lebih lanjut bisa chat via Whatsapp dengan saya


 >>KLIK
A. SYAFIK A LUBIS
WA : 0857 4283 8709


Sekolah Internet Gratis di Wampu Langkat Sumatera Utara



Kursus Internet Marketing Terbaik Untuk Pemula di Wampu-Langkat Sumatera Utara 
Hai Wampu, era digital semakin berkembang sangat pesat, ambil alih era ini untuk melejitkan income dari produk  anda atau anda yang belum punya produk dengan affiliate dan dropship. Bahkan, untuk kamu pemula yang mau memulai bisnis sendiri dan memasarkan secara online bingung mau mulai dari mana dan belajar dimana bisa ikut belajar sama sama kursus internet marketing terbaik untuk pemula di Wampu-Langkat Sumatera Utara

Kita Sudah ada Silabus dan Kurikulumnya sudah menyentuh lebih dari 700 tutorial dan selalu update mulai dari basic sampai dengan materi advanced. Untuk mempermudah peserta mengikuti kurikulumnya materi akan di bagi persemester dan ada mentor yang akan memandu anda serta tempat bertanya untuk memastikan anda dapat mengikuti kurikulumnya,
Kita ada kelas Rutinnya Setiap Minggu pertemuan Off line dan On line live webinar. untuk anda yang tinggal di Jakarta kita ada kelas pertemuan rutin setiap minggunya,

Ini Jadwal kelasnya
Rabu Jam 13:00 – 16:30
Kamis Jam 13:00 – 16:30 dan Jam 19:00 – 21:30
(untuk yang bertepatan dengan tanggal merah dan libur nasional kita juga ikut libur)
Anda bisa ikut Trial kelasnya 3 kali gratis dengan mengisi form dibawah.
revew kelas jakarta, alamat Kelas lengkap Hub. Whatsapp yang tertera di sini.


NB : untuk Jadwal, sewaktu-waktu dapat berubah, info Update hub. WhatsApp



untuk kamu yang tinggal di Wampu bisa ikut kelasnya via LIVE ONLINE WEBINAR,  jadi kamu bisa belajar lewat Laptop/kompoter, bahkan lewat HP Android anda dari rumah via Online, jadi dimana pun anda berada bisa ikut kelasnya juga,














Ini jadwal kelas gratis LIVE Webinar Online
Untuk ikut webinarnya download aplikasi zoom bisa di HP atau di laptop


Jadwal Webinar preview sb1m
Hari : selasa
Materi : preview sb1m dan materi praktek
Jam : 20:00 – selsai
https://zoom.us/j/895712250
Materi minggu 1
Mendapatakan income dari facebook status dan instagram untuk pemula
Materi minggu 2
Facebook ads untuk pemula
Materi minggu 3
Membuat video youtube yg menghasilkan untuk pemula
Materi minggu 4
Membuat artikel sederhana halaman satu google yg menghasilkan untuk pemula
Hari : Rabu
Materi : preview sb1m dan 5 hal basic mendapatkan income dari dunia online
Jam : 13:00 – 15:30
https://zoom.us/j/962598284
Hari : Kamis
Materi : preview sb1m dan 5 hal basic mendapatkan income dari dunia online
Jam : 13:00 – 15:30
https://zoom.us/j/962598284
Hari : kamis
Materi : preview sb1m dan 5 hal basic mendapatkan income dari dunia online
Jam : 19:00 – 21:30
https://zoom.us/j/420136135

Untuk kamu yang mau ikut belajar sama sama bisa mendaftar,
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>DAFTAR KELAS DI SINI 
Pastikan setelah daftar klik “CONFIRM SUBSCRIPTION” di emailnya untuk mendapatkan Informasi Update dan  tutorial internet marketing gratis selama 2 tahun =)
Untuk info lebih lanjut bisa chat via Whatsapp dengan saya


 >>KLIK
A. SYAFIK A LUBIS
WA : 0857 4283 8709


Popular Posts

Blog Archive